Ilmuwan AS Kembangkan Perangkat Deteksi Bakteri Dalam Hitungan Menit

Ilmuwan AS mengembangkan perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri dari beberapa hari menjadi hanya beberapa menit.

Perangkat itu diciptakan oleh tim dari Penn State University dan dipaparkan dalam sebuah artikel yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, Senin (6/5), kantor berita AFP melaporkan.

Profesor teknik biomedis dan mekanis, Pak Kin Wong dan timnya, mengembangkan perangkat tersebut menggunakan mikroteknologi untuk menangkap sel-sel bakteri individu yang kemudian diperiksa dengan mikroskop elektron.

Temuan ini memungkinkan dokter untuk menentukan dalam 30 menit apakah ada bakteri dan kerentanannya terhadap pengobatan tertentu. Waktu yang dibutuhkan jauh lebih singkat dari 3-5 hari untuk mendapatkan hasil tes laboratorium saat ini.

Profesor Wong mengatakan, sejauh ini dokter tidak bisa menentukan keberadaan infeksi bakteri dalam tubuh pasien dalam waktu cepat, akibatnya sangat tergantung pada resep antibiotik.

Selain bisa mendeteksi keberadaan bakteri, perangkat tersebut juga bisa mulai mengklasifikasi jenis bakteri. Apakah sel-sel bakterinya berbentuk bulat, batang atau spiral.

“Alat ini menentukan keberadaan bakteri, namun bukan jenis bakterinya,” kata Wong. “Yang kami sedang kerjakan adalah pendekatan molekuler komplementer yang membantu kita mengidentifikasi spesiesnya.”

Setelah menemukan adanya bakteri, sample diberikan antibiotik untuk menentukan apakah jenis bakteri itu punya resistensi. Dalam kasus seperti ini, intervensi antibiotik terbukti tidak efektif.

Menurut Profesor Wong, infeksi kandung kemih merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang paling populer. Namun, karena ada lebih dari 75 persen spesimen urin yang diuji laboratorium klinis terbukti negatif.

“Alat ini bisa dengan cepat mengkonfirmasi keberadaan bakteri pada konsentrasi tertentu yang relevan secara klinis untuk mempercepat proses perawatan pasien,” ucapnya.

Wong mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan paten sementara untuk perangkat yang dikembangkan dan diharapkan bisa menjual alat itu ke pasaran dalam waktu tiga tahun. Tapi sebelumnya mereka berharap bisa memperkecil ukuran alat agar bisa digunakan di rumah sakit dan tempat praktek dokter.

Atasi Pembatasan WhatsApp Dengan DNS

Pasca dibatasinya akses media sosial (medsos) dan WhatsApp di Indonesia sejak Rabu 22 Mei 2019, lalu, WhatsApp dan medsos seperti Instagram mengalami pelambatan saat mengunduh atau mengunggah video serta foto.

Sehingga menyulitkan penggunaan sehari-hari, termasuk oleh pengguna biasa yang tak memiliki niat buruk.

Sebagian pengguna berupaya mengatasi pembatasan WhatsApp dengan menggunakan Virtual Private Network (VPN) gratisan. Ini berisiko karena trafik untuk menyamarkan lokasi pengguna akan dialihkan ke server pemilik VPN sehingga data rawan diintip.

Cara lain yang bisa digunakan adalah menggunakan penyedia DNS resolver publik. DNS alias Doman Name System adalah “buku telepon” internet yang bertugas menerjemahkan alamat URL menjadi alamat IP.

Tujuannya agar perangkat pengguna bisa tersambung ke server situs tujuan. Misalnya, alamat web www.google.com diterjemahkan menjadi alamat IP 172.217.6.238.

Penyedia layanan internet biasanya memiliki DNS sendiri yang bisa “menyensor” alamat situs tertentu, misalnya yang diperintahkan untuk diblokir di suatu negara. Tapi, pengguna internet juga bisa menggunakan DNS lain di luar yang disediakan secara default.

Selain bisa mengakses situs atau layanan yang diblokir, penggunaan DNS alternatif ini juga bisa mengatasi pembatasan fungsi WhatsApp dan medsos yang saat ini terjadi di Indonesia.
Cara menggunakan DNS publik di Android

Para pengguna Android bisa memilih untuk menggunakan DNS publik secara langsung dari perangkat, tidak perlu aplikasi tambahan.

Syaratnya, gadget yang bersangkutan mesti menjalankan Android 9.0 Pie lantaran di versi terbaru itulah Google sudah menerapkan fitur “Private DNS” untuk memilih DNS sendiri.

Langkahnya, buka menu Settings > Network & Internet > Advanced > Private DNS. Atau cari kata kunci “Private DNS” melalui kolom search di menu Settings.

Kemudian, di dalam jendela Private DNS, ubah pilihan “off” menjadi “private DNS provider hostname” dan pilih DNS yang hendak digunakan dengan memasukkan nama “hostname”.

Dikutip dari laman Digicular, Sabtu (25/5/2019), berikut contoh penyedia DNS publik yang bisa digunakan:

  1. Google DNS – 8.8.8.8 (hostname: dns.google)
  2. Cloudflare DNS – 1.1.1.1 (hostname: 1dot1dot1dot1.cloudfrare-dns.com)
  3. Quad9 DNS – 9.9.9.9 (hostname: dns.quad9.net)

Kamu masih menggunakan perangkat versi Android 8 Oreo atau yang lebih lawas? Tenang, ada cara lain yang bisa dilakukan dengan memasang aplikasi Cloudflare DNS dari toko aplikasi Play Store.

Cara ini terbilang lebih gampang dilakukan, tinggal unduh dari Play Store dan instal aplikasinya. Perangkat Android 9 Pie ke atas juga bisa menggunakannya.

Aplikasi sederhana ini akan langsung menyambungkan perangkat ke DNS 1.1.1.1 milik Cloudflare begitu diaktifkan. Ada juga versi iOS di toko aplikasi App Store untuk pengguna iPhone. Selamat mencoba!

Pemerintah Akan Bentuk Badan Khusus Perlindungan Data Pribadi

Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan pemerintah kemungkinan akan membentuk Otoritas Proteksi Data (Data Protection Authority / DPA) dalam penerapan aturan Perlindungan Data Pribadi (PDP).

Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kemkominfo Riki Arif Gunawan mengatakan struktur DPA saat ini masih dalam tahap pembahasan. DPA ini sedang dibahas apakah akan ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau pemerintah, serta pembahasan terkait tingkat independensi DPA tersebut.

Mengacu dari peraturan General Data Protection Regulation (GDPR) di Uni Eropa, DPA bersifat independen dan tidak terafiliasi dengan pemerintah maupun pihak swasta mana pun.

“Kalau berdasarkan GDPR itu dia (DPA) memang Independen, bujetnya pun langsung diberikan kepada lembaga tersebut. Kalau di GDPR itu bukan pemerintah, bukan swasta,” kata Riki.

Riki mengatakan DPA di Indonesia memang diharapkan bisa bekerja secara independen. Pasalnya, DPA bertugas untuk melakukan penegakan hukum PDP dengan melakukan investigasi dalam proses pengolahan data yang dilakukan pemroses data termasuk pemerintah dan swasta.

“Independen karena dia akan melakukan investigasi, melakukan denda, akan penegakan hukum maka kalau dia tidak independen mungkin dia akan jadi bias,” ujar Riki.

Riki menjelaskan nanti DPA akan menempatkan Petugas Proteksi Data (Data Protection Officer / DPO) di setiap perusahaan dan lembaga pemerintah yang melakukan pengolahan data.

“Jadi masing-masing lembaga yang memroses data pribadi dalam jumlah besar. Kemudian menyimpan data pribadi yang sensitif itu butuh DPO atau orang yang memiliki kemampuan untuk memeriksa penegakan perlindungan data,” ujar Riki.

Gojek Dan UI Cetak 8.000 Calon ‘Tech Engineers’ Kelas Dunia

Jakarta, Gojek dan Universitas Indonesia (UI) berkomitmen mencetak 8.000 calon tech engineers berkelas dunia melalui acara Compfest, festival IT tahunan terbesar oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI.

Dukungan Gojek dalam acara Compfest sudah berlangsung sejak tahun lalu, saat perusahaan teknologi itu turut membina 7.500 mahasiswa di bidang IT seluruh Indonesia. Pada Compfest ke-11 kali ini, target peserta adalah lebih dari 8.000 mahasiswa.

Nila Marita, Chief of Corporate Affairs Gojek mengatakan sebagai perusahaan teknologi, pihaknya percaya bahwa pemanfaatan teknologi yang membawa dampak positif di Indonesia perlu didukung talenta yang mumpuni.

“Kami menyadari bahwa kompetensi di bidang teknologi membutuhkan tidak hanya pembelajaran teori, namun keterampilan teknis yang didasari oleh pengalaman di lapangan,” katanya, Jumat (5/7).

Dia mengatakan dalam Compfest nanti para ahli IT dan insinyur kelas dunia dari Gojek akan berbagi ilmu nyata dari dunia kerja kepada para mahasiswa, melalui pelatihan intensif.

Nila menegaskan pelatihan Goojek bersifat praktis dan fokus pada keahlian utama yang paling dibutuhkan di dunia kerja perusahaan rintisan skala global.

Dekan Fasilkom UI Mirna Adriani menuturkan pihaknya menyambut positif partisipasi Gojek dalam menyukseskan gelaran festival tersebut. Dia menegaskan kehadiran perusahaan teknologi itu akan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan mereka.

“Ini dapat menjadi bukti bahwa tidak hanya akademisi namun juga industri turut berkontribusi dalam membangun, menciptakan, dan mendidik talenta-talenta berkualitas di Indonesia,” kata dia dalam acara tersebut.

Pada tahun ini, program yang bakal digelar adalah ‘The Academy Powered by Gojek’ yaitu pelatihan intensif dari Gojek dan mitra lain kepada puluhan mahasiswa terbaik dari hampir 2.000 pendaftar. Program ini akan berlangsung dari 6 Juli – 18 Agustus dan meliputi tiga pilar: Data Science Academy, StartUp Academy dan Software Engineering Academy.

Meniti Jejak 40 Tahun Walkman

Jakarta, Walkman bisa dibilang menjadi pelopor tren perangkat musik portabel. Pemutar kaset ini lahir 40 tahun lalu pada 1 Juli 1979. Pada 40 tahun lalu, Sony Walkman pertama kali dijual dengan harga super mahal, 39.433 yen atau seharga 57.109 yen (Rp7,4 juta; kurs 1 yen= Rp130) jika dikonversi mengikuti inflasi saat ini.

Perangkat ini dinilai cukup revolusioner pada masanya. Sebagai pemutar musik portabel pertama, gara-gara perangkat ini earphone atau headphone untuk pertama kalinya bisa digunakan sembari beraktivitas.

Para pecinta musik bebas untuk mendengarkan musik dari mana saja. Sebab, sebelumnya mereka terpaku mesti mendengarkan musik dari tape yang besar dan berat.

“Dulu pas ada walkman seneng banget soalnya pertama kali bisa dengerin musik sambil tidur-tiduran. Kalau pake tape kan berat mindah-mindahinnya (ke kamar),” jelas Hanna Samosir, pegawai swasta, kepada CNNIndonesia.com, Jumat (7/5).

Bisa jadi tanpa ada Walkman, tak akan ada iPod atau perangkat yang membuat manusia bisa menikmati hiburan sembari berjalan-jalan.

Sejak penjualan perdana pada 1979, Walkman telah dijual lebih dari 400 juta perangkat. Merek besutan Sony ini pertama kali mengeluarkan pemutar kaset yang dinamakan Walkman dan mendapat sambutan hangat di masyarakat. Hampir semua penikmat musik menggunakan alat ini.

“Waktu SD pakai Walkman dibeliin bokap (ayah). Pasti make terus tiap pergi ama pulang sekolah,” jelas Renata, pegawai swasta, yang juga seorang pengguna berat Walkman lainnya.

Ketika era berganti, Sony membuat Walkman versi pemutar CD yang dikenal dengan Discman. Selanjutnya pemutar CD itu bertransformasi menjadi pemutar minidisc, dan terakhir membuat pemutar MP3. Setelah era MP3 player, Sony menjual perekam suara digital yng disebut Scoopman.

Dilansir dari The Verge, dari 400 juta Walkman yang terjual, 200 diantaranya adalah pemutar kaset. Namun, Sony mematikan lini Walkman pemutar kaset pada 2010 ketika serbuan iPod dan aplikasi pemutar lagu di smartphone kian populer.

Ketika era feature phone meraja, Sony sempat memperkenalkan ponsel seri Walkman bagi penggunanya. Mendapat respons positif, Sony sempat menelurkan beberapa seri ponsel Walkman tersebut.

Ketika era smartphone makin menanjak, Sony sempat mencoba mengulang peruntungan dengan memperkenalkan ponsel seri Walkman pada lini smartphonenya. Ia juga memperkenalkan aplikasi Walkman sebagai pemutar musik file digital. Namun, aplikasi ini tak berhasil memulihkan era kejayaan Walkman.

Bahkan smartphone Sony sendiri pun ikut terlibas oleh persaingan ketat dari Samsung, Apple, dan perangkat ponsel China. Saat ini, Sony bahkan tidak masuk ke lima merek ponsel pintar teratas secara global.

Huawei Klaim Tetap Kuasai 5G Dunia Meski Masuk Blacklist AS

Semenjak dimasukkan dalam daftar hitam perdagangan AS pada pertengahan Mei lalu, Huawei diterjang berbagai masalah. Satu demi satu perusahaan asal Negeri Paman Sam melepaskan Huawei sebagai rekanan bisnisnya, termasuk para mitra penting di dunia teknologi seperti Google, Microsoft, hingga ARM. Meski demikian, di tengah terpaan itu Huawei mengklaim masih menguasai pasar teknologi 5G di seluruh dunia. Klaim ini diumbar Huawei dalam sebuah ajang pameran teknologi di Shanghai.

“Saat ini, dua pertiga dari jaringan 5G yang ada di dunia didukung oleh teknologi Huawei,” kata Senior Executive Huawei, Ding Yun. “Huawei sudah baik-baik saja, kami harus memastikan keberlangsungan bisnis kami, bukan dengan mengandalkan inventaris tapi dengan investasi untuk teknologi inti kami mulai dari chipset hingga sistem operasi,” lanjutnya. Huawei mengaku berhasil mengamankan 50 kontrak komersil untuk memasok teknologi 5G disecara global. Jumlah ini hampir naik 50 persen dari laporan bulan Februari lalu. Di belakang Huawei ada Nokia di urutan kedua dengan 30 kontrak, disusul Ericsson dengan 18 kontrak. Pengapalannya disebut lebih dari 150.000 set ke sejumlah negara, termasuk Korea Selatan, Finlandia, Swiss, dan Inggris.

Huawei juga baru saja meluncurkan jaringan komersial 5G di Arab Saudi, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GSM Arena, Rabu (26/6/2019). Teknologi Huawei pun dominan dipakai dalam implementasi 5G. Huawei tercatat memiliki 2.160 paten Standard Essential (SEP) 5G, paling banyak di antara perusahaan lain yang memberi kontribusi dalam hal ini. Sementara Nokia di posisi kedua memegang 1.516 paten. Untuk hardware, sebanyak 34 persen peralatan 5G merupakan buatan China. Lalu, ada 25 persen dari Korea Selatan, 14 persen dari AS, 14 persen dari Finlandia, dan 8 persen dari Swedia.

Ponsel Huawei Diperkirakan Turun 40-60 Juta Karena Tensi Dengan AS

Jakarta, Huawei tengah bersiap mengalami penurunan pengapalan ponsel internasional sebesar 40 sampai 60 juta perangkat. Untuk menutupi penurunan penjualan global itu, Huawei berencana untuk meraup setengah dari pangsa pasar ponsel China pada 2019.

Perusahaan teknologi asal China ini juga tengah bersiap untuk memotong penjualan ponsel teranyar mereka Honor 20 dari pasaran, seperti dikutip Bloomberg dari sumber yang mengetahui permasalahan ini.

Ponsel itu rencananya akan diluncurkan di beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Perancis pada 21 Juni mendatang. Para eksekutif akan memonitor peluncuran tersebut. Namun, mereka mungkin akan mengurangi pengapalan perangkat jika penjualannya jelek.

Manajer marketing dan penjualan Huaawei memperkirakan akan terjadi penurunan volume pengapalan dimana-mana. Penurunannya sebanyak 40-60 juta smartphone tahun ini, seperti tertulis dalam laporan itu. Huawei tidak merespon ketika dimintai komentar mengenai hal ini oleh Reuters.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan Huawei dalam daftar hitam negara tersebut. Karena dimasukkan daftar hitam, maka Huawei tidak bisa berdagang dengan perusahaan di AS dengan alasan keamanan nasional.

Namun, pendiri Huawei Ren Zhengfei menyebut pembatasan ini mungkin akan memperlambat perusahaan mereka, “namun hanya sedikit memengaruhi,” pertumbuhan perusahaan. Pelarangan serupa yang diterapkan pada ZTE dan hampir membuat bisnis perusahaan itu hancur.

Tiap Detik, Pengguna Pecahkan 2 Layar Ponsel

Jakarta, Sebuah studi mengungkap dua layar ponsel pecah tidak sengaja dipecahkan tiap detik. Angka ini didapat dari studi SquareTrade yang mengungkap lebih dari 50 juta layar smartphone rusak setiap tahunnya pada 2017.

Studi ini mengemukakan bahwa 66 persen pemilik smartphone tidak sengaja merusak ponsel mereka dalam satu tahun terakhir. Kerusakan yang paling umum adalah layar retak (29 persen).

Angka ini disusul oleh layar tergores (27 persen) di posisi dua, dan baterai yang tidak bekerja (22 persen) di posisi tiga. Jenis kerusakan lain yang dikeluhkan adalah masalah pada layar dan kecacatan pada eksterior, masing-masing 16 persen. Sehingga, studi itu menyebut biaya untuk memperbaiki layar tersebut mencapai US$3,4 miliar dolar AS.

Sebagian besar rusaknya layar ponsel ini akibat kecerobohan pengguna. Sebagian besar kecerobohan yang menyebabkan layar ponsel lepas karena terjatuh ke lantai (74 persen). Kecerobohan lain akibat jatuh dari kantong (49 persen), jatuh ke air (39 persen), terbentur (38 persen), jatuh di toilet (26 persen), atau jatuh dari tas (22 persen).

Untuk melindungi ponsel dan layar, sebanyak 85 persen pengguna ponsel menggunakan pelindung ponsel (smartphone case). Tapi tetap saja, sebagian dari ponsel itu (27 persen) tetap rusak meski sudah dilindungi.

Meski layar ponsel mereka retak, sebanyak 38 persen dari pemilik ponsel ini tidak memperbaikinya. Alasannya, harga perbaikan layar terlalu mahal (65 persen). Sebanyak 67 persen mengaku tidak akan memperbaikinya selama layar ponsel masih berfungsi. Sementara 59 persen memilih untuk membeli ponsel baru daripada memperbaiki ponsel mereka yang rusak.

Penelitian yang dilakukan pada November 2018 ini dilakukan dengan melakukan survei terhadap 1.000 pengguna internet di Amerika Serikat.

Nokia Fokus Jual Ponsel Menengah, Rp2-4 Juta

Jakarta, HMD Global sebagai pemilik lisensi Nokia menyatakan bahwa saat ini perusahaan fokus untuk membuat ponsel pintar kelas menengah yang dibanderol dengan harga Rp2 juta hingga Rp4 juta.

“Iya, kita main di situ [ponsel pintar level menengah]. Hari ini kita luncurkan produk termurah [Nokia 2.2] kita Rp1,79 juta, harga terjangkau tapi dengan spek dan kualitas yang baik,” tutur Country Manager HMD Global Indonesia, Muhammad Taufik Syahbuddin kepada awak media usai peluncuran smartphone Nokia 2.2 di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (27/6).

Menurutnya strategi ini selaras dengan fokus perusahaannya yang tengah gencar memperkenalkan produk ponsel kelas menengah bagi millenial.

“Sebenarnya dari segi Nokia-nya sudah banyak yang tahu tapi banyak juga yang mungkin tidak tahu persis bahwa Nokia itu punya smartphone pakai sistem operasi Android. Millenial kan banyak yang mungkin enggak tahu tentang Nokia,” katanya.

Kendati demikian, Nokia optimis sejumlah ponsel pintar mid-level milik mereka tetap dilirik konsumen khususnya di pasar Indonesia. Meskipun harga ponsel terjangkau namun perusahaan menjamin teknologi yang disematkan lebih baik.

“Kita juga sangat perhatikan kualitas [ponsel] sehingga kita berpikir ini masyarakat perlu kita komunikasikan, ini ada produk dari Nokia yang mana dari segi produk lalu komitmen untuk memberikan yang terbaik untuk kebutuhan masyarakat,” lanjut dia.

Taufik menyebut untuk menggaet target pasarnya itu ia akan memanfaatkan media sosial dan sektor retail. Sebab, menurutnya itu adalah ladang sosialisasi kaum millenial.

“Pertama kita akan fokus pada target kita itu lewat sosial media sama retail. Di sosial media kita fokus di Facebook dan Instagram, kita fokus pasarkan ke millenial,” kata Taufik kepada awak media di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (27/6).

Pada sektor retail, perusahaan bakal menempatkan produk ponsel di toko offline yang telah melakukan kerja sama salah satunya dengan Erafone.

HMD Global juga berencana untuk membuat experience zone yang memungkinkan calon pembeli untuk menggunakan ponsel Nokia secara langsung.

“Retail artinya toko offline, kita akan memperbanyak produk kita di toko-toko itu [offline]. Jadi nanti ada experience zone (tempat mencoba ponsel) dan live demo (demo langsung) ada orang yang memberikan edukasi,” tutur Taufik.

Saat ditanya adakah target ponsel Nokia bisa masuk ke jajaran lima besar ponsel pintar di Indonesia, Taufik tidak memberikan jawaban yang gamblang. Dia mengatakan saat ini HMD Global fokus untuk memperkenalkan produk ponsel pintar Nokia.

“Ada tapi belum menjadi prioritas. Terus terang kita masih fokus mengkomunikasikan produk ponsel pintar Nokia kepada masyarakat khususnya millenial,” pungkasnya.

Nokia 2.2 Yang Andalkan Kamera ‘Low Light’

Jakarta, Pemegang lisensi Nokia, HMD Global pada Kamis (27/6) resmi mendaratkan ponsel pintar menengah Nokia 2.2 ke Indonesia. Ponsel ini dilengkapi dengan low-light imaging berbasis Artificial Intelligence (AI) dan dibanderol dengan harga Rp1,79 juta.

Turut hadir dalam acara peluncuran Nokia 2.2, Chief Product Officer HMD Global Juho Sarvikasi, dia menjelaskan soal fitur kamera low-light image berbasis AI yang memungkinkan pengguna dapat mengambil foto sekalipun dalam kondisi pencahayaan rendah.

“Kami sangat senang dapat menghadirkan Nokia 2.2, berkat dukungan fitur-fitur berbasis AI. Tombol Google Assistant khusus dan berbagai inovasi terbaru dari Google yang menjadikan konsumen tetap kekinian,” kata Country Manager HMD Global Indonesia, Muhammad Taufik Syahbuddin pada peluncuran Nokia di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (27/6).

Tak hanya itu, kamera Nokia 2.2 juga dilengkapi dengan fitur HDR yang mampu menangkap warna-warna cerah dengan jangkauan yang dinamis.

“Foto yang Anda hasilkan bisa lebih menarik dengan fitur-fitur Google Photo berbasis AI yakni Colour Pop yang memberi perhatian pada subyek foto. Colourise memungkinkan foto-foto monokrom diubah menjadi lebih berwarna dan Beuatify memperindah sisi natural untuk hasil swafoto yang lebih baik,” ucap Juho.

Selain itu, Nokia 2.2 juga dilengkapi dengan fitur face unlock dan Google Lens. Fitur bio-metric face unlock memungkinkan pengguna membuka kunci ponsel dengan cara mengarahkan wajah mereka ke kamera depan.

Sementara Google Lens membantu untuk mencari apa yang pengguna lihat, dengan mendekatkan lensa kamera pada benda yang ingin dibeli atau pada sampul album musik. Setelah gambar terbaca, pengguna bisa mendengarkan musik dari album itu di layanan penyedia musik streaming seperti Spotify.

Ponsel Nokia kali ini tetap menggunakan layar berponi atau notch 5,7 inci HD+. Layar dilengkapi dengan ketajaman 400nits. Beralih ke dapur pacu, Nokia 2.2 menggunakan cipset MediaTek Helio A22 yang dirancang untuk optimalisasi baterai sehingga pengguna tidak perlu melakukan pengisian baterai sepanjang hari.

Menyoal sistem operasi, Nokia 2.2 merupakan ponsel pintar Nokia seri 2 pertama yang bergabung dengan keluarga Android One.

“Smartphone Nokia dengan Android One menawarkan media penyimpanan dan umur baterai luar biasa. Nokia 2.2 tidak memiliki tambahan bloatware [aplikasi yang secara otomatis terpasang pada suatu perangkat], skin atau perubahan UI dan proses tersembunyi yang menghabiskan umur baterai atau memakan media penyimpanan,” jelas Juho.

Dari sisi kamera, Nokia 2.2 memiliki total dua kamera yaitu satu kamera belakang 13 megapiksel dengan aperture f/2.2 dan kamera depan 5 megapiksel. Ponsel ini hanya memiliki satu varian memori RAM 3GB dan ROM 32GB sedangkan kapasitas baterai 3.000 mAH.

Spesifikasi Nokia 2.2:

Tampilan: 5,7 inci 19:9 HD+ dengan selfie-notch
Kamera: 13 megapiksel f/2.2 (kamera belakang), 5 megapiksel (kamera depan).
Prosesor: MediaTek Helio A22, 4xA53 cores 2GHz.
Sistem Operasi: Android 9 Pie, Android One.
Memori: RAM 3GB + ROM 32GB
Batterai: 3.000 mAH.
Harga: Rp1.799.000
Lainnya: Tombol Google Assistant, Xpress-on covers, AI Face Unlock, FM Radio